source:eramuslim.com

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Ustad sering membahas tentang harta Isteri, tapi saya belum menemukan jawaban tentang harta yang mana yang dimaksud dengan Harta Isteri? Apakah penghasilan selama bersuami juga dianggap harta Isteri dan suami tidak punya hak atas harta tersebut?
Wassalam
VB
Kimunk

Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Harta isteri adalah harta milik isteri, baik yang dimiliki sejak sebelum menikah, atau pun setelah menikah. Harta isteri setelah menikah yang terutama adalah dari suami dalam bentuk nafaqah (nafkah), selain juga mungkin bila isteri itu bekerja atau melakukan usaha yang bersifat bisnis.
Khusus masalah nafkah, sebenarnya nafkah sendiri merupakan kewajiban suami dalam bentuk harta benda untuk diberikan kepada isteri. Segala kebutuhan hidup isteri mulai dari makanan, pakaian dan tempat tinggal, menjadi tanggungan suami.
Dengan adanya nafkah inilah kemudian seorang suami memiliki posisi qawam (pemimpin) bagi isterinya, sebagaimana firman Allah SWT:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Namun yang seringkali terjadi, sebagian kalangan beranggapan bahwa nafkah suami kepada isteri adalah biaya kehidupan rumah tangga saja. Pemandangan sehari-harinya adalah suami pulang membawa amplop gaji, lalu semua diserahkan kepada isterinya.
Cukup atau tidak cukup, pokoknya ya harus cukup. TInggallah si isteri pusing tujuh keliling, bagaimana mengatur dan menyusun anggaran belanja rumah tangga. Kalau isteri adalah orang yang hemat dan pandai mengatur pemasukan dan pengeluaran, suami tentu senang.
Yang celaka, kalau isteri justru kacau balau dalam memanaje keuangan. Alih-alih mengatur keuangan, yang terjadi justru besar pasak dari pada tiang. Ujung-ujungnya, suami yang pusing tujuh keliling mendapati isterinya pandai membelanjakan uang, plus hobi mengambil kredit, aktif di arisan dan berbagai pemborosan lainnnya.
Padahal kalau kita kembalikan kepada aturan asalnya, yang namanya nafkah itu lebih merupakan ‘gaji’ atau honor dari seorang suami kepada isterinya. Sebagaimana ‘uang jajan’ yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.
Adapun kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan, pakaian, rumah, listrik, air, sampah dan semuanya, sebenarnya di luar dari nafkah suami kepada isteri. Kewajiban mengeluarkan semua biaya itu bukan kewajiban isteri, melainkan kewajiban suami.
Kalau suami menitipkan amanah kepada isterinya untuk membayarkan semua biaya itu, boleh-boleh saja. Tetapi tetap saja semua biaya itu belum bisa dikatakan sebagai nafkah buat isteri. Sebab yang namanya nafkah buat isteri adalah harta yang sepenuhnya menjadi milik isteri.
Kira-kira persis dengan nafkah di awal sebelum terjadinya akad nikah, yaitu mahar atau maskawin. Kita tahu bahwa sebuah pernikahan diawali dengan pemberian mahar atau maskawin. Dan kita tahu bahwa mahar itu setelah diserahkan akan menjadi sepenuhnya milik isteri.
Suami sudah tidak boleh lagi meminta mahar itu, karena mahar itu statusnya sudah jadi milik isteri. Kalau seandainya isteri dengan murah hati lalu memberi sebagian atau seluruhnya harta mahar yang sudah 100% menjadi miliknya kepada suaminya, itu terserat kepada dirinya. Tapi yang harus dipastikan adalah bahwa mahar itu milik isteri.
Sekarang bagaimana dengan nafkah buat isteri?
Kalau kita mau sedikit cermat, sebenarnya dan pada hakikatnya, yang disebut dengan nafkah buat isteri adalah harta yang sepenuhnya diberikan buat isteri. Dan kalau sudah menjadi harta milik isteri, maka isteri tidak punya kewajiban untuk membiayai penyelenggaraan rumah tangga. Nafkah itu ‘bersih’ menjadi hak isteri, di luar biaya makan, pakaian, bayar kontrakan rumah dan semua kebutuhan sebuah rumah tangga.
Mungkin Anda heran, kok segitunya ya? Kok matre’ banget sih konsep seorang isteri dalam Islam?
Jangan heran dulu, kalau kita selama ini melihat para isteri tidak menuntut nafkah ‘eksklusif’ yang menjadi haknya, jawabnya adalah karena para isteri di negeri kita ini umumnya telah dididik secara baik dan ditekankan untuk punya sifat qana’ah.
Saking mantabnya penanaman sifat qana’ah itu dalam pola pendidikan rumah tangga kita, sampai-sampai mereka, para isteri itu, justru tidak tahu hak-haknya. Sehingga mereka sama sekali tidak mengotak-atik hak-haknya.
Memandang fenomena ini, salah seorang murid di pengajian nyeletuk, “Wah, ustadz, kalau begitu hal ini perlu tetap kita rahasiakan. Jangan sampai isteri-isteri kita sampai tahu kalau mereka punya hak nafkah seperti itu.”
Yang lain menimpali, “Setuju stadz, kalau sampai isteri-isteri kita tahu bahwa mereka punya hak seperti itu, kita juga ntar yang repot nih ustadz. Jangan-jangan nanti mereka tidak mau masak, ngepel, nyapu, ngurus rumah dan lainnya, sebab mereka bilang bahwa itu kan tugas dan kewajiban suami. Wah bisa mejret nih kita-kita, ustadz.”
Yang lain lagi menambahi, “Benar ustadz, bini ane malahan sudah tahu tuh masalah ini. Itu semua kesalahan ane juga sih awalnya. Sebab bini ane tuh, ane suruh kuliah di Ma’had A-Hikmah di Jalan Bangka. Rupanya materi pelajarannya memang sama ame nyang ustadz bilang sekarang ini. Cuman bini ane emang nggak tiap hari sih begitu, kalo lagi angot doang.”
“Tapi kalo lagi angot, stadz, bah, ane jadi repot sendiri. Tuh bini kagak mao masak, ane juga nyang musti masak. Juga kagak mau nyuci baju, ya udah terpaksa ane yang nyuciin baju semua anggota keluarga.Wii, pokoknya ane jadi pusing sendiri karena punya bini ngarti syariah.”
Menjawab ‘keluhan’ para suami yang selama ini sudah terlanjur menikmati ketidak-tahuan para isteri atas hak-haknya, kami hanya mengatakan bahwa sebenarnya kita sebagai suami tidak perlu takut. Sebab aturan ini datangnya dari Allah juga. Tidak mungkin Allah berlaku berat sebelah.
Sebab Allah SWT selain menyebutkan tentang hak-hak seorang isteri atas nafkah ‘eksklusif’, juga menyebutkan tentang kewajiban seorang isteri kepada suami. Kewajiban untuk mentaati suami yang boleh dibilang bisa melebihi kewajibannya kepada orang tuanya sendiri.
Padahal kalau dipikir-pikir, seorang anak perempuan yang kita nikahi itu sejak kecil telah dibiayai oleh kedua orang tuanya. Pastilah orang tua itu sudah keluar biaya besar sampai anak perawannya siap dinikahi. Lalu tiba-tiba kita kita datang melamar si anak perawan itu begitu saja, bahkan kadang mas kawinnya cuma seperangkat alat sholat tidak lebih dari nilai seratus ribu perak.
Sudah begitu, dia diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan kasar layaknya seorang pembantu rumah tangga, mulai dari shubuh sudah bangun dan memulai semua kegiatan, urusan anak-anak kita serahkan kepada mereka semua, sampai urusan genteng bocor. Sudah capek kerja seharian, eh malamnya masih pula ‘dipakai’ oleh para suaminya.
Jadi sebenarnya wajar dan masuk akal kalau untuk para isteri ada nafkah ‘eksklusif’ di mana mereka dapat hak atas ‘honor’ atau gaji dari semua jasa yang sudah mereka lakukan sehari-hari, di mana uang itu memang sepenuhnya milik isteri. Suami tidak bisa meminta dari uang itu untuk bayar listrik, kontrakan, uang sekolah anak, atau keperluan lainnya.
Dan kalau isteri itu pandai menabung, anggaplah tiap bulan isteri menerima ‘gaji’ sebesar sejuta perak yang utuh tidak diotak-atik, maka pada usia 20 tahun perkawinan, isteri sudah punya harta yang lumayan 20 x 12 = 240 juta rupiah.
Lumayan kan?
Nah hartai tu milik isteri 100%, karena itu adalah nafkah dari suami. Kalau suami meninggal dunia dan ada pembagian harta warisan, harta itu tidak boleh ikut dibagi waris. Karena harta itu bukan harta milik suami, tapi harta milik isteri sepenuhnya. Bahkan isteri malah mendapat bagian harta dari milik almarhum suaminya lewat pembagian waris.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Diambil dari group : pirus permata depok

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak yg diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.
Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, Ataupun memetik bunga Dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu Hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat Mobil ayahnya Diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan.
Dicobanya lagi pada Mobil baru ayahnya. Ya… Karena Mobil itu bewarna gelap, Maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah Dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan Mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri Mobil. Dibuatnya gambar ibu Dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing Dan lain Sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat Mobil yang baru setahun Dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengsi tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus
mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang Hari, Apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. Cantik … Kan !” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..
si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil Dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. si anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui Dan merasa puas dengan hukuman Yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa…si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan Dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut
menggendong Anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan Dan belakang tangan si anak kecil luka2 Dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, Dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu Terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak.
Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak is anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga Hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, Meski setiap Hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya Ringkas.
“Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.
Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk Hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti Kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Dokter mengarahkan agar Dita dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa Hari di rawat inap dokter memanggil bapak Dan ibu anak itu.

“Tidak Ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu Dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah Dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya
harus dipotong Dari siku ke bawah” kata dokter itu. si bapak Dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar Kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati Dan lelehan air Mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.
Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangsi kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah Dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah.
Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam lina ngan air Mata.
“Ayah.. Ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi….Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah.. Sayang ibu.”, Katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?…
Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya.
Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…
Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
di kutip dari catatan P Pamuji Yuono melalui group KULTUM ISLAM.
**********
cara menghukum anak yg sama sekali tak patut di contoh..
..”JANGAN SERTAKAN AMARAH DALAM HUKUMAN

Jika sesuatu sudah berada dititik jenuh hanya ada satu pilihan yakni berubah, begitupun dengan diri kita, jika mungkin hidup kita sudah mulai membosankan cobalah untuk mencintai Allah SWT. salah satunya dengan mengerjakan sunahnya, yaitu Puasa :

Puasa-Puasa Sunah

1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).

2. Puasa Nabi Daud.
Nabi saw. bersabda, “Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR al-Bukhârî).

3. Puasa Hari Asyura dan Tasu’a (10 dan 9 Muharram).
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, “Shalat apa yang paling baik sesudah salat wajib?” beliau menjawab, “Shalat di tengah malam.” Lalu beliau ditanya, “Puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan?” beliau menjawab, “Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).
Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Hari Asyura sangat diagungkan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya.” Maka, Rasulullah saw. bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari tersebut.” (Muttafaq alaih).
Dalam riwayat lain rasulullah saw. bersabda, “Jika aku masih hdiup hingga tahun depan, aku akan berpuasa hari kesembilannya (pula).” (HR Ahmad dan Muslim).

4. Puasa hari Arafah (9 Dzul hijjjah) bagi yang tidak menunaikan haji.
Nabi saw. bersabda, “Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang. Sementara, puasa hari Asyura menghapus doosa tahun yang lewat.” (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).

5. Puasa pada bulan Sya’ban
Usamah bin Zaid berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan seperti pada bulan Sya’ban.” Beliau menjawab, “Ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Abu Daud dan al-Nasai).

6. Berpuasa pada bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

7. Puasa tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15).
Abu Dzarr al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia seperti puasa setahun.” (HR al-Nasai).

8.Puasa Senin Kamis
Nabi saw. biasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis. Maka, beliau ditanya tentang hal itu. Beliau menjawab, “Amal hamba dihamparkan pada hari senin dan kamis. Aku ingin amalku dihamparkan sementara aku dalam kondisi puasa.” (HR Abu Daud).

Semoga berkenan.. Wallahu a’lam bish-shawab.

9 Desember 2009

09/12/2009

Hari anti korupsi sedunia,
semua orang atau setidaknya hampir semua orang atau setidaknya sebagian besar mahasiswa, politisi senior,tokoh agama, tokoh publik yang dengan niat baik atau setidaknya ada niat baik atau setidaknya terlihat cukup niat baiknya untuk dapat ikut nimbrung di acara atau perhelatan atau peringatan hari anti korupsi sedunia.

at least from the high of tower building,gw cuma bisa berharap dari sekian banyak niat kalian dan Insya Allah niat gw juga untuk menjadikan kebersihan birokrasi, sistem atau apalah itu dari korupsi sebaiknya atau seyogyanya semua itu mempunyai dasar kebaikan yang hakiki.. yaitu masih menurut saya adalah kejujuran hati para pemimpin dan kecermatan para abdi (rakyat) sehingga kita sudah tidak perlu lagi memperingati hari anti korupsi dan cukup dengan membuat kontemplasi diri setiap hari paling tidak… untuk tetap istiqomah atau lurus dijalan kebenaran.

dan kenapa saya pakai banyak atau.. apakah itu kesengajaan atau cuma cari publikasi.. jawabnya karena negara kita adalah masih abu-abu atau tidak jelas mana yang benar-benar berjuang atau hanya mencari publikasi untuk menerangkan bahwa mereka adalah bersebrangan satu samalainnya.. atau …… (anything else)..

Salam dari hati
GBM

Komunitas Dot Net

07/08/2009

Mari jadi pribadi sosial dengan lahan baru yang virtual, borderless, no boundaries and free up your mind and soul.. be real you in social network.

Dalam internet kita dapat lakukan hal tersebut dengan mudah dan cepat.. make friends dan menjadi (tanpa) batas keterikatan yang sebebas bebasnya.

so joinlah social network yang menurut anda cukup representative untuk mengaktualisasikan diri anda… dimanapun anda berada..

Welcome to our wordpress

www.inikonsultan.wordpress.com

Pemilu legislatif 9 april 2009, menjadi titik tolak baru bagi pendamba jabatan, pemimpi kekuasaan atau pembela rakyat sejati…
mengapa demikian, karena dalam pemilu legislatif kita memiih wakil rakyat dari partai-partai peserta pemilu, lalu apa hubungannya dengan dengan judul diatas “Menghindari jadi caleg strss berkat strategi marketing”.

Saya melihat dari sisi marketing atau pemasaran dari fakta dilapangan yang bergulir sekarang ini yaitu banyaknya orang mengingkari fakta bahawa mereka over expectation dari mimpinya sendiri untuk duduk di “kursi terhormat” setidaknya menurut mereka.

Kenapa harus marketing, karena dalam aspek marketing kita dapat mengukur akan suksesnya produk yang kita jual atau tidak itu sebenarnya dapat dengan mudah diprediksi dalam hal ini produknya adalah caleg atau individu agar dapat menarik perhatian dan dipilih.

Dalam dunia marketing dikenal dengan PDB (Product, Defferentiation, Brand) , teori sederhana yang mudah untuk dijalankan, jika para calon anggota legislatif tersebut dapat berhitung seperti ini:

1. Kualitas Partai

2. Elektabilitas partai

3.Tokoh sentral partai

4.Pemilih tradisional partai tsb, atau segemen pemilih

5.Strategi partai (roadmap, grand strategy etc)

6.Partai yang diterima (lihat survey-survey)

Dari keenam hal tersebut, dapat dijawab dengan melakukan penelitian yang akan mengerucut pada hasil elektabilitas personal seorang caleg, hanya ada dua cara caleg tersebut bisa lulus ke senayan atau dprd I/II ataupun dpd.

1.Melalui mesin politiknya.

2.Melalui popularitas caleg baik secara (akademis, ketokohan ataupun keartisanya)

nah, jika caleg yang dari bukan partai besar dan menengah apalagi partai baru jelas tidak bisa diharapkan mesin politik akan bekerja, mungkin hanya buang-buang energi dan uang saja jika diteruskan.  kemudian diperparah tingkat elektabilitas caleg benar-benar kecil biarpun memiliki dana besar, akan sangat sulit bersaing dengan caleg lain dari partai besar dengan dana yang sama.

Disini terlihat tiga kenyataan unik tentang prilaku masyarakat Indonesia dalam berpolitik, berstrategi ataupun mengambil langkah hidup, terserah anda mau lihat dari sisi mana, yaitu :

1. Ego mengalahkan logika

2. Ego mengalahkan fakta

3.Kebodohan masyarakat

semua kegagalan itu bisa dengan mudah diprediksi, dari strategi marketing salah satunya, jadi kenapa para caleg-caleg itu masih bodoh padahal dengan sederet gelar dinama mereka? dengan wawasan yang mereka klaim tinggi dan dengan serta merta menawarkan diri mewakili rakyat,..? kalau mewakili dan mengukur diri saja tidak bisa dan berujung gila, stress atau jatuh miskin atau terlilit hutang.. itu bukan salah anda para caleg itu salah rasio dan logika yang dikalahkan oleh ego kekuasaan dan mimpi harta dan uang didepan mata…TRAGIS

It becomes flat

13/03/2009

Semua menjadi datar…
Tanggal 12 Maret 2009, kemarin saya menghadiri quick seminar Hermawan Kertajaya, beliau membahas buku barunya new wave marketing, yang unik lebih dari kisah-kisah khas dan logat jawa timuran yang kental dari hermawan adalah pembahasan dimana keunggulan spiritualitas untuk memenangkan kompetisi, beliau mengutip berbagai contoh salah satunya negeri paman sam, dimana di as sana, yang dahulu sangat kapitalis sekarang ini sadar atau tidak, suka atau tidak menganut falsafah syariah. Detilnya anda dapat analiasa dari kebijakan ekonomi as sekarang yang sepertinya tidak lagi berfaham kapitalis yang bebas dan monopolistik.
Dari berbagai channel ilmu yang saya peroleh di seminar tersebut, saya berkontemplasi ternyata jika anda sudah dalam posisi terpuruk, terpojok dan hancur maka pilihan terbaik adalah jalan terang lain yang mungkin dahulu tidak mau dilihat, dan saya melihat jalan tersebut adalah unsur spiritualitas yang membumi pada falsafah kebersihan hati, sikap dan perbuatan.. dan ternyata itu harus diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan bukan hanya dalam ritual keagamaan, saya rasa pada akhirnya nanti hanya ada dua kekuatan yang akan saling bertentangan yaitu keuatan naluriah manusia yang rindu akan kebaikan dan cara-cara yang baik untuk mencapai impiannya dan yang lain adalah sebagian orang menghalalkan cara-cara yamg buruk untuk mencapai keberhasilan (kebaikannya menurut mereka).
TAPI bottom linenya tetap sama, semua orang akan menginginkan kebaikan pada dirinya yang membedakan adalah cara mendapatkannya, dan itu sangat memperngaruhi siapa anda sesungguhnya…!

Jika anda ingin segera menjadi syahid, sekaranglah saatnya yang tepat… dimana saudara-saudara muslim kita di bantai dengan kejinya oleh zionis israel.

saatnya untuk kita semua menjadi syahid, dengan cara memberikan pikiran, harta dan bahkan nyawa untuk menolong sesama muslim yang sedang menjadi ladang pembantaian zionis terkutuk itu.

Sedikit merujuk kebelakang, di mana seluruh (jika boleh menggunakan kata-kata klaim tersebut) umat muslimin sedunia merasakan tahun baru hijiriah 1430, maka saudara muslim kita sedang meregang nyawa untuk ‘hanya’ menjadi tetap Muslim,… lihatlah kita yang sekarang dengan mudahnya melaksanakan ibadah, menunaikan haji, dan membesarkan keluarga Islam tanpa ada gangguan dari musuh-musuh islam…

lihatlah betapa mudahnya kita mendapat makanan, fasilitas kesehatan, dan bahkan kemudahan dalam berpedapat di berbagai forum dinegeri ini…

tapi… lihatlah bagaimana muslim di palestina dengan tangisan, darah dan nyawa mereka berjuang untuk mempertahankan aqidah mereka, betapa sulitnya menjadi Islam disana… Ya Allah.. nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan…

lihatlah bagaimana kita lebih memilih ‘cuek’ dan ‘pura-pura’ tidak tau apa yang terjadi dengan saudara-saudara syahid kita di palestina..

lihatlah bagaimana kita berapa mahirnya merancang liburan keluarga untuk tahun baru tapi sulit untuk medengarkan detil apa saja yang bisa kita bantu demi saudara-saudara kita disana..

Ya Allah jadikanlah kami umatMu yang peka dan dapat melihat dan mendengar setiap jeritan saudara-saudara kami.. baik dekat ataupun jauh diseberang benua lain.. Ya Allah jangan tulikan kami dari setiap langkah muslimin untuk berjuang atas AgamaMu…

End Off 2008

30/12/2008

Wrote 30 Desember 2008

‘Satu hari Plus & satu hari Minus’

Apa maksud dari tag diatas…

ya maksudnya adalalah tanggal 29 desember 2008 –> adalah tanggal 1 muharram 1430 H yaitu tahun baru Islam dan sudah lewat satu hari setelah tulisan ini di muat.

dan untuk minus 1 hari adalah besok tanggal 31 desember 2008 yang jatuh besok untuk hitungan masehi sebentar lagi akan tinggal dibelakang kita..

pertanyaan seperti tahun-tahun sebelumnya, apakah yang sudah kita lakukan selama 2008 yagng memberi hasil terbaik ?

sebaiknya tidak perlu dijawab, karena mungkin akan membuat kita jumawa atau malah rendah diri karena ’sanking’ suksesnya kita atau malah ‘kelewat’ hancurnya kita..

hmmm.. sukses dan gagal adalah dua sisi mata uang, yang jika anda melemparnya ada kemungkinan 50:50 untuk mendapat sukses atau gagal..

yang terpenting adalah beranikah anda melepar koin probabilitas kesuksesan atau kegagalan anda?

jawaban anda hanya untuk tahun depan, karena saya akan tetap akan menulis ini di akhir 2009 (Insya Allah)…

Selamat tahun baru Hijiriah dan Masehi, semoga Allah SWT tetap melindungi langkah kita dan koin kita pada sisi yang terus beruntung… aaaminnnn…