Teori Vs Praktek = Sukses
09/06/2010 at 3:15 am Tinggalkan komentar
Saya melakukan riset mini mengenai judul diatas, siapa yang saya riset ? adalah suatu keluarga yaitu keluarga Graha Bayu M yang itu adalah diri saya sendiri.
Riset ini adalah suatu rangkaian riset yang akan dilakukan untuk hal-hal lain yang pertama adalah metodologi belajar dan mengajari anak saya Lingga Hasna Salsabila, anakku baru berumur 5,5 tahun kala masuk SD IT dan sekarang di 2010 dia sudah menginjak umur 6,5 tahun dan akan naik kelas ke kelas 2.
apa istimewanya ?, ya saya mengajarkan sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan ataupun ibunya dapatkan saat kecil dahulu, benar kami tetap menjadi orang tua yang normal dengan memberikan keleluasaan anak untuk berkembang dengan alam dan bermain dengan kreasi mereka sendiri dan itu juga saya dan istri saya dapatkan sejak kami kecil, hanya saja ada metode lebih yang kami terapkan dan mudah-mudahan dapat mengubah generasi kami yaitu menjadi pribadi pembelajar, benar kita bisa memasukkan anak di les-les privat ataupun umum, benar jika anak akan tetap pintar dengan instant jika dapat melahap segala materi didikannya tapi ada yang lupa mereka melakukannya terkadang tidak dengan dicontohkan oleh orang tua mereka, anak-anak hanya melakukan ritual belejar dan selesai tidak ada makna apapun tidak sustainable dan mereka cenderung tersiksa atau terpaksa menempuh pelajaran ataupun pendidikannya.
Dari tantangan itu saya berfikir bagaimana jika semua orang tua mencotohkan untuk menjadi pribadi pembelajar, tetap membaca buku dirumah, tetap belajar kala membuka laptop ataupun diskusi ilmiah dirumah atas hal-hal yang menyenangkan.
Saya menaruh harapan untuk anak-anak saya kelak melakukan pembelajaran dengan metode self development bukan hanya keharusan untuk belajar tapi mereka membutuhkan terus belajar.
Harapan kita hanya pada penerus kita apapun yang kita canangkan jadilah contoh yang terbaik yang kita bisa jika perlu jadilah orang lain (dalam arti yang baik) dalam hal mendidik anak seperti jadilah orang tua yang mampu menjawab pertanyaan anak-anaknya, guru yang baik dan sabar serta pembimbing mental dan spritual mereka.
Saya yakin kita terus melakukan hal tersebut (walaupun awalnya pura-pura dan terpaksa) pasti nanti akan jadi kebiasaan yang melembaga dalam diri kita, dan bukankah kebiasaan kita adalah cerminan kita sesungguhnya.
Entry filed under: Consultant. Tags: anak, motivasi, pendidikan, rumah tangga.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed