Maaf Memafkan

28/09/2008

Mario Teguh Golden Ways-Metro TV 19:00 – 20:00

28 September 2008, 28 Ramadhan 1429 H

“Jadilah pribadi pemaaf dan melepaskan beban orang lain dengan rasa bersalah”

Tanpa sengaja, liat-liat metro tv ternyata ada acara mario teguh, kebetulan temanya berkaitan dengan hari kemenangan yang Insya Allah akan dirayakan oleh 1,3 milyar lebih kaum muslimin sedunia, yaitu Hari Raya Idul Fitri.

Saya akan coba ambil intisarinya saja, yaitu.. kadang kita harus jadi pribadi pemaaf tanpa mengetahui esensi sebenarnya dalam memberi maaf, yaitu 1. Melupakan segala sesuatu yang menganjal di hati dan pikiran 2. Menolak untuk melakukan pembalasan walaupun bisa.

Sangat baik jika kita dapat melakukan hal tersebut, pengalaman saya hari ini, adalah membuat sahabat saya sakit karena prilaku kekanak-kanakan saya, saya ingin meminta maaf kepadanya.. walaupun ini yang kesekian kalinya.. saya tetap saja tidak belajar dari kesalahan saya ini, dia sangat baik dan pemaaf.. tapi apakah layak saya masih meminta maaf.. jika saya berpotensi bersifat seperti terus.. selama persoalan dasarnya tidak pernah selesai… jadi di blog ini, jika kamu membacanya entah kapanpun itu.. maafkan aku dek… i just care for you..

Met Hari raya idul fitri 1429 H – 1 Oktober 2008.

GBM

Praktis sering diartikan dengan cara cepat dalam berpikir dan mencari jalan pintas, biasanya idenya jitu untuk mencari kecepatan dalam memecahkan masalah…

Tapi asal jangan pragmatis.., yang maunya mudah tanpa melihat segi-segi lain dalam tatanan teori dan sosial..

Kenapa saya tulis demikian, karena saya bosan dengan ungkapan orang yang kepepet karena sesuatu.. mereka menjadi pragmatis dan hampir pasti dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

pola pikir pragmatis yang saya akan angkat di blog ini adalah, bagimana sesorang mempertahankan suatu hubungan berpacaran dengan langkah-langkah pragmatis, contohnya :

  1. Menetapkan janji setia, biasanya untuk menyenangkan atau menenangkan pihak kedua agar percaya kepada komitmen mereka.
  2. Menjalankan teori posesifitas (isitilah saya..nih), dengan pertanyaan standar ada dimana, ngapain dan sama siapa aja.. sudah lebih dari cukup untuk menisbatkan kalau mereka saling membutuhkan dan sudah memberikan perhatian lebih.
  3. Jalankan no private life theory, wah ini yang aneh bin ajaib… semua kegiatan baik personal ataupun sosial dan atau rahasia-rahasia pribadi dapat ditiadakan alias kedua belah pihak harus tau, bahasa gampangnya terus terang or blak blakan…

mungkin kalau mau, banyak lagi teori2 yang bisa ditulis..tapi cukup 3 terbaik saja dulu, konsep ini saya tulis dari sudut pandang emosional etika, tanpa ada unsur lain yang melandasi.. kenapa demikian, karena saya acap kali menemui sekumpulan orang yang berencana untuk serius dalam hubungan dengan gegabah menerapkan aturan2 yang mengharuskan hal2 yang sebenarnya bukan porsi yang terbaik untuk saling mengetahui apa yang sebenarnya kita butuhkan.

maksudnya begini, jika kita menganggap pacaran itu adalah suatu “lembaga” pendidikan untuk taraf pra nikah.. maka sudah seharusnyalah.. kita menerapkan unsur kebebasan berpikir, bertingkah dan berkehendak.. karena semakin kita menjadi diri sendiri, semakin mudah kita menerka apakah dia orang yang cocok untuk dinikahi dan mengharuskan kita menua dengannya hingga akhir hayat…

Banyak orang bilang, selama pacaran kenapa setiap benturan (berantem:red) tidak menjadi besar atau sering dapat mereda dengan hanya ucapan maaf, telepon yang ramah, sms yang baik, dan ucapan puisi cinta yang dasyat.. yah karena kita belum merasa memilikinya 100% jadi semuanya terasa mudah untuk dimaafkan lain halnya jika sudah dalam satu atap.. jika kita tidak tau karakter sesungguhnya pasti akan lebih sulit untuk menerka arah pikiran pasangan kita.

kembali ke teori pragmatis, kadang kita hanya pandai bicara “lihat bagaimana nanti saja, jalanin saja dulu” seharusnya dapat diubah.. “nanti bagaimana apakah bisa berjalan baik kedepan” seharusnya kita bisa visioner dan realistis bukan hanya sekedar mencari pasangan hidup.. tapi kemudahan hidup kedepan dengan pasangan yang tepat dan mudah untuk membuat kita sukses dengan bersama dia… karena apa? karena hidup dunia fana iniĀ adalah mencari bekal untuk dunia akherat.. jika kita menghabiskan waktu untuk mencari kecocokan saat sesudah menikah kapan anda berbuat untuk akherat anda?

Echo

26/09/2008

26 Ramadhan 1429 H – 26 September 2008

Jakarta, 22.34 menunjukkan pada notebook dell gw, kenapa? karena ini tulisan gw lagi 1 bulan sudah gak buka wp, disamping kesibukan untuk belajar.. yap.. belajar, gw lagi baca beberapa buku tepatnya 3 buku dari 3 genre berbeda, 1 Marketing Mix-Hermawan Kertajaya, 2 Leader at any levels-ram charan 3 Muhammad Super Leader Super Manager-Safi’i Antonio.

Kenapa ‘kemaruk’ ? ya… saya kira membaca adalah modal awal menulis, menulis tanpa membaca tak lain hanya curhat kehidupan saja, tanpa track dan arah yang jelas.. percuma..

Trus ngapain judul blog elu echo? yap.. itu out of the box dari ringkasan cerita saya ditas, echo berarti gelombang balik.. echo bisa berarti suara balik jika kita berteriak dalam ruang kosong…

Yup.. betul gw di hari ini, sedang merasa seperti itu.. rasa apa? yah.. rasa kehilangan.. hari ini sahabat, teman, rekan kerja, partner, musuh, adik dan atau apapun yang bisa disematkan untuk seorang teman baik.. sudah tidak berada ditempatnya lagi.. bukan kemana-mana.. tp mengejar impiannya.. sukses dek.. semoga selalu belajar dari point of view kehidupan yang lebih luas dan melihat apa yang tak terlihat, mendengar apa yang belum terucap dan merasa apa yang belum dirasakan….

Dan aku terus menjalani hidupku.. yang sepertinya akan coba seperti dia.. mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman..

Echo ku untuk keheningan yang karena kehilangan hari ini..